<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>&#x3C;embed allowscriptaccess=&#x22;never&#x22; width=&#x22;150&#x22; src=&#x22;http://www.clocklink.com/clocks/0005-red.swf?TimeZone=JOG&#x26;#x26;&#x22; type=&#x22;application/x-shockwave-flash&#x22; height=&#x22;150&#x22; wmode=&#x22;transparent&#x22;&#x3E;</title>
<link>http://andifirdaus.multiply.com/</link>
<description>Bertahan atau Tergilas!... Hidup memang sebuah proses panjang. Ketika pilihan-pilihan ada di depan mata, maka kita justru harus memilih. Mengikuti langkah dan gerak yang ada sesuai arus kehidupan, atau malah kita tergilas oleh realitas sebenarnya. Berat memang memilih antara YA dan TIDAK! Apalagi dipaksa memilih bertahan di idealisme atau materialisme. Namun yang pasti adalah, masa transisi di Acheh menjadi pelajaran berharga bagi kita. Terutama soal pilih memilih, dan pada akhirnya saya harus katakan dan memilih dengan jawaban; BERTAHAN DI IDEALISME dengan terus berjuang di garis bernama; PERJUANGAN DEMI ACHEH</description>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 03:29:14 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Thu, 25 Sep 2008 04:43:00 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>&#x3C;embed allowscriptaccess=&#x22;never&#x22; width=&#x22;150&#x22; src=&#x22;http://www.clocklink.com/clocks/0005-red.swf?TimeZone=JOG&#x26;#x26;&#x22; type=&#x22;application/x-shockwave-flash&#x22; height=&#x22;150&#x22; wmode=&#x22;transparent&#x22;&#x3E;</title>
<url>http://images.andifirdaus.multiply.com/logo</url>
<link>http://andifirdaus.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>BECERMIN</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Kembali ke masa lalu. Mungkin di antara rekan-rekan masih ingat saat kuliah dulu. Kantuk yang tak bisa ditahan akibat dosen sering ceramah bertele-tele. Atau saat menghadiri pertemuan dengan big boss dengan segudang penjelasan yang bertele juga. Membosankan, karena materi yang disampaikan tidak berbobot. Padahal poin inti yang seharusnya dijelaskan tidak dituturkan dengan gamblang.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Tentu tidak ada yang menginginkan seperti itu. Pasalnya, gaya seperti itu bahkan secara psikologi dapat mengganggu pola berpikir yang bersih. Kerap justru akan menjadi sebaliknya dengan penuh kebosanan. Atau kembali becermin melihat diri kita sendiri, apakah gaya dan bicara kita juga sering menonjolkan diri dan bertele? Jika ya, sifat seperti itu dalam pergaulan dan lingkungan harus cepat dijauhkan. Karena di belakang, Anda akan ditertawakan.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Kedewasaan berpikir bukan dibuat-buat untuk terlihat dewasa dan intelektual. Ia akan datang dengan sendirinya untuk sebuah penilaian dan hasil yang terb...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/82/BECERMIN</guid>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 04:43:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>STAGNASI</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada ungkapan nyentrik tidak bertele. Ada kalanya langkah terhenti oleh tindakan tersendiri dalam realitas. Di alam nyata, pengujian potensi diri sering terbentur oleh sebuah situasi. Potensi yang menuju kepada menguji kemampuan. Termasuk tindakan politik, gerakan sosial maupun komunikasi antar komunitas.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Proses itu tidak semudah menumpahkan segelas air atau mencabut sehelai rambut di kepala. Tetapi butuh perjuangan keras, pengorbanan, cinta, ketulusan bahkan butuh keyakinan penting. Jangan menganggap kerap seperti alur sungai tanpa bebatuan besar. Mengalir.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kadang juga dalam pergulatan situasi seperti itu sering terbentur. Bahkan harus dan terpaksa berhenti di pertengahan akibat sebuah situasi yang terpaksa. Ini yang dinamakan stagnasi. Berhenti pada sebuah keadaan yang sulit menuju proses yang rumit.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dalam kamus bahasa, stagnasi bisa diartikan sebagai keadaan yang berhenti, tidak bergerak, atau diam. Jika dibenturkan dalam realitas konteks Aceh, maka situasi politik yan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/81/STAGNASI</guid>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 04:31:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>RESISTENSI</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sekejab! Bukan vonis atas sebuah dilema realitas dalam kehidupan. Ada banyak hal menjadi barometer dari sebuah situasi. Misalnya, mengapa manusia alergi dengan perubahan? Mungkin jawabnya sederhana. Dalam kontek kekinian, manusia rasional ingin mempertahankan hidup.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jawaban tak dibesar-besarkan. Bahkan alam sendiri mengajari makhluk hidup untuk dapat menghemat energi. Ular jarang bergerak bukan karena malas, tapi karena menghemat energi. Kura-kura malas mengeluarkan kepala karena ada saatnya energi digunakan pada waktu yang tepat.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Perubahan lingkungan, rumah dan pekerjaan, tentu menguras lebih banyak energi, bahkan perubahan diluar batas kemampuan dan batas toleransi dapat mengorbankan hal yang prinsip dan melanggar norma-norma yang berlaku. Pada dasarnya manusia juga sama dengan makhluk lainnya, tidak suka perubahan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Secara alami manusia membuat &#x2018;pola&#x2019; dalam tindakan, respon dan berpikir. Kebanyakan pola atau persepsi ini memang banyak menghemat energi. Sebagaimana kita...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/80/RESISTENSI</guid>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 05:05:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>TOPENG</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Bermain-main dengan topeng. Wah, permainan ini menyadarkan kembali masa kecilku setelah lama terlupakan begitu saja. Kesadaran menghayati kekanak-kanakan bangkit saat membaca tulisan seorang teman di ruangan p&#xE9;h t&#xE9;m. Memang unik!&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Saya mencoba merenung kembali permainan itu. Permainan penuh canda dan tawa hingga lupa pada waktu. Peran-peran yang kucoba renungkan kembali meski aku sendiri tak ingat. Peran yang kulakonkan menjadi sirna dalam memori kepala.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Topeng masa kecil tak banyak polemik dan intrik. Benar-benar hanya sekadar topeng menyembunyikan keaslian, bukan menyembunyikan kepalsuan. Topeng kemunafikan dalam lingkup-lingkup kecil sekalipun.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Saya tak ingin komentar soal topeng itu lagi. Karena ada yang lebih unik jika dibandingkan dengan rekaman-rekaman kisah ketika saya berhadapan dengan komunitas di luar Sumatera. Ada permainan yang kerap dijadikan bisnis untuk kepentingan pribadi tanpa pertimbangan rasa.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Permainan &#x201C;Topeng Monyet&#x201D;. Pemainnya bukan manusia, tapi han...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/79/TOPENG</guid>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 04:06:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>MEMUTUSKAN</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Berani memutuskan sesuatu? &#x201C;Tentu donk,&#x201D; kata karyawan di sebuah perusahaan &#x201C;Manyak-Manyak&#x201D; beberapa waktu lalu. Memang bagi sebagian orang, mengambil keputusan kadang sangat sulit, sama sulitnya seperti membuat satu kebijakan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di blog, saya pernah menulis tentang mengambil keputusan. Mungkin ada yang sulit ketika berhadapan dengan banyak pilihan-pilihan dalam menjalankan sebuah realitas. Tetapi bagaimana jika tidak punya pilihan sama sekali? Ingin memutuskan apa?&#x3C;br&#x3E;Sedangkan realitas konteks tetap berjalan seiring waktu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bahkan kebingungan yang sering muncul ke permukaan, bukan kesenangan. Mengejar ambisi-ambisi yang terus lari dalam lorong-lorong pengecut. Karena keberanian sudah awal terkubur dalam bilik-bilik tanpa irama.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x201C;Hidup sebuah pilihan&#x201D; adalah kata usang yang sering diucapkan banyak orang. Jika &#x201C;Hidup sebuah pilihan&#x201D; tentu ini memerlukan sebuah keputusan. Jadi bagi kita yang masih belum berani untuk itu, maka anggap ini sebuah laboratorium baru untuk uji coba. B...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/78/MEMUTUSKAN</guid>
<pubDate>Mon, 8 Sep 2008 04:30:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>KAWAN</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Belakangan kucoba renung kembali. Renungan yang tak begitu berarti, tapi minimal membawa alam bawah sadar saya pada dua hal. Pertama soal hubungan kerja, dan yang kedua adalah penamaan kebersamaan dalam ruang lingkup solidaritas.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Hubungan kerja awalnya hanya dibentuk pada penyamaan tujuan. Persepsi yang sama akan membawa keinginan dalam menindaklanjuti sesuatu yang belum terwujud. Dalam pemahaman ini, perlu juga diungkapkan seberapa besar kesamaan kerja bisa mempengaruhi semangat kerja. Berbalik-balik deh.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebelum menelusuri kenapa persamaan bisa terbentuk menjadi solidaritas, mungkin kita harus bertanya seberapa penting memahami istilah filosofi membentuk konsistensi budaya kerja? Ini perlu agar tidak melewati kontribusi dan keinginan porsi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Mungkin jawabannya adalah seberapa konsistensi tersebut merasuk menjadi sebuah kerangka berpikir yang kokoh, sehingga filosofi mampu menjadi cermin. Memantulkan sinar semangat untuk bekerja secara bersama untuk merealitaskan ide-ide...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/77/KAWAN</guid>
<pubDate>Fri, 5 Sep 2008 07:30:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Dilema Kepulangan Warga Aceh</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x201C;Memang betul Aceh sdh damai &#x26;amp;amp; aman, tapi kami juga butuh kesejahteraan,. Pemerintah Aceh hrs utamakan masa depan wrga Aceh dan dapat menyediakan lapangan kerja. Kami tak ingin jadi penggangur krn menyusahkan orang lain&#x201D;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pesan di atas dikirim seorang teman dari negeri jiran, Malaysia melalui Sort Message Service (SMS), Kamis (28/9). Ada ribuan warga Aceh kini dalam kegamangan dan ketidakpastian. Mereka khawatir setelah kerajaan malaysia menyatakan tidak memperpanjang lagi kartu tsunami bagi warga Aceh.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Teman itu juga kembali bertanya sekaligus meminta, bagaimana nasib kami? Sampaikan SMS ini ke pemerintah Aceh agar dapat merayu kerajaan Malaysia. Bahkan mereka lebih khawatir ketika pihak imigasi Malaysia memberi batas waktu hingga 5 Januari 2009. Pertanda, mereka tinggal menghitung jari untuk tetap bertahan di negeri jiran.&#x3C;br&#x3E;Pernyataan itu disampaikan Ishak Mohamed, Direktur Pelaksana Departemen Imigrasi, Malaysia dalam sebuah surat kabar International Herald Trib...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/76/Dilema_Kepulangan_Warga_Aceh</guid>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 22:16:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>SULIT</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Lama tak menulis di p&#xE9;h t&#xE9;m. Kini saya mencoba menorehkan ide dalam tulisan yang terbatas. Meski tak bermakna, namun setidaknya ini sebuah realita dalam kegamangan tanpa arah.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ini hanya soal pergaulan yang kerap kita jumpai. Terutama orang-orang tertentu yang sulit dihadapi. Mungkin &#x2018;manusia&#x2019; jenis ini kita jumpai di kantor dan pergaulan dalam berbagai variasi, watak serta pola pikirnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebut saja tipe orang yang tak hentinya bicara. Bicara lugas terhadap sebuah realitas untuk perubahan. Ini soal ambisi yang harus disesuaikan dengan karater dalam pergulatan dan pergaulan keseharian. Satu sisi positif, namun tak sedikit menjadi negative.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Lebih parahnya lagi, ada kalanya ada teman sering mengkritik, meski bukan bidangnya. Apalagi bidang yang menjadi ahlinya. Ini juga perlu dilihat sebagai sensasi dalam ruang hampa tanpa demokrasi. Artinya, kebijakan pada kesadaran individu yang tak dilahirkan dalam lingkup kebersamaan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada juga orang dengan ketidakkomitmennya. Tidak mengha...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/75/SULIT</guid>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 23:07:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Mengejar Ambisi Politik</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://3.bp.blogspot.com/_1-dUwEy3ops/SKMTr1-SFAI/AAAAAAAAAPA/AFIQqXgjXv8/s1600-h/OPINI+HL..jpg&#x22;&#x3E;&#x3C;img id=&#x22;BLOGGER_PHOTO_ID_5234048835878261762&#x22; style=&#x22;FLOAT: left;MARGIN: 0px 10px 10px 0px;CURSOR: hand;&#x22; height=&#x22;141&#x22; alt=&#x22;&#x22; src=&#x22;http://3.bp.blogspot.com/_1-dUwEy3ops/SKMTr1-SFAI/AAAAAAAAAPA/AFIQqXgjXv8/s320/OPINI+HL..jpg&#x22; width=&#x22;179&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebuah tontonan kematian sudah berakhir. Layar perang ditutup pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia. Jutaan mata menjadi saksi atas berakhirnya drama berdarah itu. Aceh &#x2018;selesai&#x2019;.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Episode konflik membuat penonton histeris. Menumpahkan air mata dan tak sedikit mencela. Ini drama kebiadaban yang digelar para tokoh. Sedangkan pemain larut dalam skenario sutradara untuk ambisi kepentingan. Lupakan drama masa lalu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kini suasananya sudah berbeda. Iklim demokrasi kian terasa. Ada pemain-pemain yang beralih peran untuk drama selanjutnya. Menjadi politikus yang sebelumnya hanya berperan sebagai tukang sapu. Menjadi kontraktor, padahal dulu hanya &#x2018;mafia&#x2019;.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ini &#x2018;mungkin&#x2019; hanya sekadar evaluasi atas kegagalan drama berdarah sebelumnya. Kemudian yang memiliki kepentingan mentransisikan permainan baru untuk kepentingan baru pula. Dan, penonton gamang, mana sebenarnya tokoh utama yang harus dipercayakan, sebab sutradara selalu bermain di belakang layar.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada yang berbeda, ketika per...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/74/Mengejar_Ambisi_Politik</guid>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 07:55:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>GELAP</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://3.bp.blogspot.com/_1-dUwEy3ops/SJ-7KmdHQTI/AAAAAAAAAO4/U0DZQTWc8hs/s1600-h/opini+benang.jpg&#x22;&#x3E;&#x3C;img id=&#x22;BLOGGER_PHOTO_ID_5233107082823549234&#x22; style=&#x22;FLOAT: left;MARGIN: 0px 10px 10px 0px;WIDTH: 184px;CURSOR: hand;HEIGHT: 138px;&#x22; height=&#x22;142&#x22; alt=&#x22;&#x22; src=&#x22;http://3.bp.blogspot.com/_1-dUwEy3ops/SJ-7KmdHQTI/AAAAAAAAAO4/U0DZQTWc8hs/s320/opini+benang.jpg&#x22; width=&#x22;192&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Secercah pelangi harapan mendulang dalam redup malam. Aku sendiri berharap cahaya dari pelangi remang. Bukan sekadar berharap kemudian terus pergi. Mungkin ada banyak rekan takut kegelapan, hingga perlu sedikit cahaya penerangan. Jika satu sisi kegelapan adalah ketakutan, maka sisi yang lain berarti ilusi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada banyak orang, inspirasi lahir ketika gelap. Tapi tak sedikit bahwa gelap adalah petaka. Memahami ide sambil menerang, kemudian yang terlihat adalah gulita. Mungkin ada di antara kita, mencoba melihat pelangi dalam gelap. Memejamkan mata, kemudian melihat warna-warni.&#x3C;br&#x3E;Melihat pelangi dalam gelap jangan berharap jadi kenyataan. Sama seperti berpikir atas ilusi dan utopia perubahan. Tak akan pernah menjadi sebuah realitas memaknai kekinian perubahan. Boleh berangan-angan, maka akan terbayang keindahan, masa depan dan sebagainya. Tapi tanpa alat ukur, maka ide perubahan adalah cet langet.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Masalah pada kenyataan inilah yang membebani pikiran banyak orang. Gamang boleh j...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/73/GELAP</guid>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 19:06:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Onde Mande</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://bp0.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SI33SNqNvyI/AAAAAAAAAOw/r8kKtUBDtyk/s1600-h/onde+mande.jpg&#x22;&#x3E;&#x3C;img id=&#x22;BLOGGER_PHOTO_ID_5228106634723442466&#x22; style=&#x22;FLOAT: left;MARGIN: 0px 10px 10px 0px;CURSOR: hand;&#x22; height=&#x22;117&#x22; alt=&#x22;&#x22; src=&#x22;http://bp0.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SI33SNqNvyI/AAAAAAAAAOw/r8kKtUBDtyk/s320/onde+mande.jpg&#x22; width=&#x22;151&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menyebalkan! Hingga suara onde mande&#x2014;tak mengerti apa maknanya&#x2014;yang disuarakan seorang rekan di balik meja kerja. Sebelumnya ada kata, Aneeeeeek, onoooooo, dan kata lempap. Kini ode mande kerap disuarakan untuk melepaskan penat pikiran yang saban hari dihadapkan pada rutinitas editing berita. Ya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bahkan, kerap teriakan itu akibat besarnya tekanan saat bekerja. Atau ada teman cerewet&#x2014;meu pep-pep&#x2014;mengelurkan keluh kesah untuk memajukan sebuah perusahaan. Keinginan besar itu pula, ambisi dan lain sebagainya membuat panik karena rasa tanggung jawab. Apalagi tidak puas dengan pekerjaan bahkan mencela hasil kerjanya sendiri.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jika begini, maka Anda sedang dihadapkan apa yang dinamakan burnout atau jenuh. Jika sedang merasa &#x2018;teman&#x2019; burnout datang, maka jangan anggap enteng lho. Salah-salah bukan hanya pekerjaan yang terganggu, tapi kesehatan Anda juga terancam. Bayangin kalau harus keluarin uang untuk yang gak perlu. Gila!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada beberapa saran. Pertama mungkin kita bisa nikmati ke...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/72/Onde_Mande</guid>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 07:41:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Stagnasi Perubahan Era Transisi</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Sederet perlawanan lahir atas fluktuasi politik karena situasi yang stagnan. Sehingga akumulasi frustrasi dari kumpulan emosi menjadi alternatif dengan sendirinya dalam menerobos perubahan.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Perjuangan memahami identitas sebagai sebuah bangsa masih dalam proses. Pasca perjanjian damai Pemerintah Indonesia dan GAM di Helsinki, konsolidasi demokrasi di masa transisi menjadi landasan awal. Kini Aceh memasuki fase kritis dalam perspektif saya. Bukan dalam pemahaman fisik, tetapi dalam pemahaman pemikiran menuju pertarungan tujuan.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Kritis dalam pemahaman saya adalah, ketakutan yang tak mampu mempertahankan cita-cita perubahan. Bukan kritis dalam konteks jangka pendek semisal terjadinya aksi kriminal, perampokan dan sederet kritis fisik akibat akumulasi frustrasi dari kumpulan emosi. Meski itu juga bagian yang harus diakui keberadaannya.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Saya tidak melihat sejarah sungsang Aceh dengan warna warni latar belakang. Terlalu bertele, dan bahkan tak sedikit perbedaan melihat Aceh dar...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/71/Stagnasi_Perubahan_Era_Transisi</guid>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 21:01:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jangan Menabur Kekerasan</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;em&#x3E;kekerasan terjadi dalam wujud impitan beban hidup yang makin berat bercampur rasa frustasi. Ini akibat komplikasi situasi yang serba sensitif&#x3C;/em&#x3E;.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Partai politik mewabah. Virusnya gencar disebarkan. Poster, stiker, iklan dan bendera partai. Ini bukan hanya sekadar eforia dalam perpolitikan setelah puluhan tahun Aceh dirundung duka. Tapi karena bebekuan mengutarakan aspirasi tak ada tempat sebelumnya.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Ini bukan zaman siapa kalah dan siapa menang. Ini zamannya kran demokrasi terbuka untuk berserikat ria dalam suatu wadah politik. Bicara partai sudah tentu ujungnya adalah soal pembagian kursi. Soal ingin perubahan hanya sekadar lipstick dan jargon semata. Jalurnya singkat dan praktis.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Ada satu jargon para elite. Isinya begini; menang kalah soal biasa, yang menang tak harus sombong, dan yang kalah jangan marah. Itu ucapan yang tidak bersahabat dengan realita. Liat saja aksi partai yang tak lulus verifikasi. Mereka menuduh Komisi Independen Pemilihan (KIP) tak professional dan la...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/70/Jangan_Menabur_Kekerasan</guid>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 06:33:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>CERMIN</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://bp0.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SH1z8xcOx1I/AAAAAAAAAOY/_Cw4lzAXecA/s1600-h/Copy+of+pehtem15.jpg&#x22;&#x3E;&#x3C;img id=&#x22;BLOGGER_PHOTO_ID_5223458630720735058&#x22; style=&#x22;FLOAT: left;MARGIN: 0px 10px 10px 0px;WIDTH: 138px;CURSOR: hand;HEIGHT: 137px;&#x22; height=&#x22;153&#x22; alt=&#x22;&#x22; src=&#x22;http://bp0.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SH1z8xcOx1I/AAAAAAAAAOY/_Cw4lzAXecA/s320/Copy+of+pehtem15.jpg&#x22; width=&#x22;152&#x22; border=&#x22;0&#x22; /&#x3E;&#x3C;/a&#x3E; Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Tak jarang pikiran kita bergentayangan. Bahkan gentayangannya sampai berpikir telah mengenal diri sendiri, dan kerap berpikir sudah mengenal orang di sekeliling kita. Jika begini, ada satu pertanyaan, apakah benar kita telah mengenal diri sendiri dan memahami orang lain? Ini juga perlu ditanyakan di saat kita sedang menasehati orang lain. Apakah kita layak memberi nasehat kepada orang lain? Sementara kita tak paham dengan masalahnya? Itu sekadar input.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Bagaimana output-nya? Perasaan bukan buku yang dapat dengan mudahnya di baca dan dimengerti, perasaan adalah sekumpulan dari pengalaman hidup, emosi, situasi, kondisi dan lainnya. Hal itu dimiliki oleh setiap orang secara individu dan unik. Saya sendiri sedang berusaha belajar meluangkan waktu untuk mencoba memahami orang lain.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Usaha ini seringkali terhambat dengan kenyataan kalau saya belum bisa memahami diri saya sendiri. Masih banyak tanya tentang diri saya sendiri, sebelum saya berusaha memahami orang lain. Akan teta...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/69/CERMIN</guid>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 19:05:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>PELAKON</title>
<description>&#x3C;p&#x3E;Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Hidup kadang seperti seni, lakon dan mainan. Kadang asik, kadang menjengkelkan. Bahkan, Aristoteles mengungkapnya sebagai seni dalam hidup. Seni yang diperankan seperti drama di atas pentas. Berbentuk lakon-lakon, teater, serius bahkan berbagai bentuk acting lainnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada yang keliatan bodoh, tapi pintar memainkan kebodohannya. Ada berlagak pintar, tapi tak mampu melihat kepandaian si bodoh. Ini hanya lakon dalam sebuah pertunjukan. Sementara, penonton bersorak riuh dari sudut pandang individu dalam kerumunan.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Tertawa kadang bukan ditujukan ke pemeran si bodoh, justru sebaliknya. Begitulah kemeriahan sebuah pentas dari group seni yang baru pertama muncul di depan publik. Ada segelintir yang memuji, dan tak sedikit mencaci. Ini memang resiko jika bermain di depan ratusan pandangan mata.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Ada dua pihak, penonton dan pemain. Kita kerap melupakan di antara keduanya. Berbeda dengan Aristoteles, maka Goffman justru mendalaminya dari sudut sosiolagi. Bahkan ia kerap mentransfor...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/68/PELAKON</guid>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 09:40:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>MOTIVASI</title>
<description>Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Ada pepatah tua: manajer dapat dengan mudah menggiring kuda ke dalam air,  tetapi manajer tidak dapat memaksanya untuk minum. Mengapa demikian? Karena kuda baru akan minum kalau ia sedang haus. &#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Begitu pula dengan manusia. Mereka baru akan mengerjakan sesuatu kalau ada yang mereka inginkan, atau sesuatu unsur yang membuat seseorang mengerjakannya. Tak hanya itu, lingkungan dan adanya stimulan dari luar juga bagian yang berpengaruh.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Kemampuan apapun yang dimiliki seseorang, motivasi dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan. Dengan perkataan lain potensi sumber daya manusia adalah sesuatu yang terbatas. Kinerja seseorang merupakan fungsi dari faktor-faktor kemampuan dan motivasi dirinya.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Pekerjaan manajer adalah mendapat hasil atas apa yang dilakukan karyawannya. Tak hanya &#x2018;selesai&#x2019; tetapi berkualitas. Mendapatkan hasil itu tentu manajer perlu memberi dorongan atau motivasi. Namun itu mudah diucapkan, sulit ditetapkan. Motivasi sebagai teori  merupakan hal yang sulit untuk diimpl...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/67/MOTIVASI</guid>
<pubDate>Wed, 9 Jul 2008 06:26:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pekerja Bermoral</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://bp2.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SG0WeiGRfHI/AAAAAAAAAOI/rBQ7GRJ9mnY/s1600-h/b.jpg&#x22;&#x3E;&#x3C;img id=&#x22;BLOGGER_PHOTO_ID_5218852256997276786&#x22; style=&#x22;FLOAT: left;MARGIN: 0px 10px 10px 0px;CURSOR: hand;&#x22; height=&#x22;165&#x22; alt=&#x22;&#x22; src=&#x22;http://bp2.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SG0WeiGRfHI/AAAAAAAAAOI/rBQ7GRJ9mnY/s320/b.jpg&#x22; width=&#x22;143&#x22; border=&#x22;0&#x22; /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Satu tulisan terpampang di baju warna hitam milik teman sekerja. Tulisannya, &#x201C;Jurnalis Juga Buruh Wak&#x2019;. Mungkin, jika mengucapkan buruh, kita terbayang ke dalam pabrik-pabrik besar. Tapi sebenarnya, tanpa sadar kita juga buruh yang terus bekerja untuk melahirkan karya melalui rangkaian kata.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Saya tak mengulas devinisi buruh dan undang-undang perburuhan. Apalagi mengungkit berapa gaji yang seharusnya dibayar sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) atau Upah Minimum Regional (UMR). Pada intinya adalah, buruh juga sebagai manusia yang bekerja demi banyak kepentingan.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Tulisan ini hanya bagian kecil bagi sentuhan melihat pekerja. Bukan pekerjanya, tapi bagaimana bekerja yang professional secara moral. Ini menjadi penting melihat seseorang bekerja professional dari sisi moral. Menurut saya, jika Anda ingin dianggap seperti itu, maka tiga hal menjadi pertimbangan. Tidak memaksa, tidak mengiba dan terakhir tidak berjanji.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Pertama misalnya keterpaksaan. Interaksi pekerja dan yang m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/66/Pekerja_Bermoral</guid>
<pubDate>Fri, 4 Jul 2008 08:58:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jepretan Kuala Lumpur</title>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/photos/album/12/Jepretan_Kuala_Lumpur</guid>
<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 04:36:15 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lemah Otak</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://bp1.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SFspiYBXu4I/AAAAAAAAAOA/AIIXgYbzt_s/s1600-h/pehtem.jpg&#x22;&#x3E;&#x3C;img id=&#x22;BLOGGER_PHOTO_ID_5213806664151972738&#x22; style=&#x22;FLOAT: left;
MARGIN: 0px 10px 10px 0px;
WIDTH: 122px;
CURSOR: hand;
HEIGHT: 160px;
&#x22; height=&#x22;190&#x22; alt=&#x22;&#x22; src=&#x22;http://bp1.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SFspiYBXu4I/AAAAAAAAAOA/AIIXgYbzt_s/s320/pehtem.jpg&#x22; width=&#x22;138&#x22; border=&#x22;0&#x22; /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Ada kalanya Lemah Otak (Lemot) datang tiba-tiba. Memang tak diundang, apalagi dinginkan. Jika begini, sebel, jengkel, gondok (entah kata-kata yang mana lagi) kerap mendampingi. Apalagi menjelang dikejar deadline, harus selesai besok, karena ini koran harian. Kondisi ini pasti pernah dialami banyak orang, bahkan orang yang pernah merasakan bernaung di bawah payung media. May be.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Jangan tanya apa sebabnya. Sebagai orang yang mempelari kejiwaan manusia, mungkin lebih tahu. Why, yang jelas bila dihadapkan dengan kondisi ini, bikin emosi tak stabil. Pinginnya marah melulu. Parahnya, kondisi ini dapat mempengaruhi pencernaan. Apa urusannya ya? Yang pasti tetap ada dong, seperti sering lapar. Ini terjadi karena beban kerjaan yang over load.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Tapi kalau dampaknya, banyak juga. Dan kalau gak mampu dimanage, berbahaya juga. misalnya emosi yang gak stabil. Selain emosi jadi gak stabil, juga jadi gak produktif. Nongkrong di depan komputer, tapi gak ngerjain apa pun, dan gak bisa jug...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/65/Lemah_Otak</guid>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 18:49:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>&#x201C;PEMBERONTAK&#x201D;</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://bp3.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SFYszXUaXaI/AAAAAAAAAN4/0-5CBg4BKME/s1600-h/pehtem.jpg&#x22;&#x3E;&#x3C;img id=&#x22;BLOGGER_PHOTO_ID_5212402879672507810&#x22; style=&#x22;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&#x22; height=&#x22;148&#x22; alt=&#x22;&#x22; src=&#x22;http://bp3.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SFYszXUaXaI/AAAAAAAAAN4/0-5CBg4BKME/s320/pehtem.jpg&#x22; width=&#x22;118&#x22; border=&#x22;0&#x22; /&#x3E;&#x3C;/a&#x3E; Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;&#x201C;Kamu siap jadi redaktur?&#x201D; Pertanyaan itu menohok seperti memvonis. Jumat, sekitar pukul 02.00 siang adalah jawaban di antara pilihan. Saya harus memilih, menjadi pewarta atau menjadi tukang edit berita. Pertanyaan itu bagi saya bukan hanya sekadar mimpi, tapi harus memilih untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Saya harus pindah alamat. Bukan hanya itu, tapi juga meninggalkan aktivitas politik dan sosial lainnya. Saya dihadapkan pada pilihan-pilihan.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Kemudian, Short Message Service (SMS) kembali masuk ke mobile phone. Tawaran itu kembali menjadi hantu untuk sebuah pilihan. Tawaran menjadi redaktur bukan hanya sekadar pekerjaan mudah, apalagi di media yang baru usia seumur jagung. Jika pun collapse, maka mau tak mau apa yang saya tinggalkan sebelumnya sulit untuk kembali. Namun SMS itu melegakan saya, karena secara profesi kewartawanan, mungkin ini sebuah nilai tawar.&#x3C;br /&#x3E;&#x3C;br /&#x3E;Memang, tawaran itu adalah sebuah kepercayaan. Tapi saya anggap sebagai tantangan. Karena tertantan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/64/64</guid>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 23:58:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pola Pikir</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://bp2.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SE1ekHr7kzI/AAAAAAAAANw/66VjigWrP_E/s1600-h/Pola+Pikir.jpg&#x22;&#x3E;&#x3C;img id=&#x22;BLOGGER_PHOTO_ID_5209924318569141042&#x22; style=&#x22;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 133px; CURSOR: hand; HEIGHT: 146px; &#x22; height=&#x22;126&#x22; alt=&#x22;&#x22; src=&#x22;http://bp2.blogger.com/_1-dUwEy3ops/SE1ekHr7kzI/AAAAAAAAANw/66VjigWrP_E/s320/Pola+Pikir.jpg&#x22; width=&#x22;143&#x22; border=&#x22;0&#x22; /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Oleh: Andi Firdaus&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;strong&#x3E;MENEROPONG&#x3C;/strong&#x3E; masa depan berawal dari membangun pola pikir. Ada banyak hal, termasuk tantangan, pilihan dan menentukan arah sesuai keinginan melihat masa depan. Pakar psikologi Howard Gardner menuangkan ide dalam bukunya &#x2018;Five Mind for the Future&#x2019;. Ini soal teori kecerdasan majemuk yang dia paparkan melalui serangkain riset. Ada lima hal menjadi pertimbangan.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Pertama, mulai dari pikiran yang disipilin. Artinya berangkat dari suatu perilaku yang mencirikan disiplin ilmu, ketrampilan dan tentu soal profesi. Sebut saja ketika seorang praktisi terlibat dalam dunia bisnis dan manjemen, maka menguasai ilmu dalam bidang tersebut merupakan hal penting menjadi pekerja profesional.&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br /=&#x22;&#x22;&#x3E;Kedua, pikiran yang dapat menyerap berbagai informasi dari beragam sumber. Kemudian memahami dan meraciknya menjadi suatu pengetahuan yang baru. Inilah sentesa penting ketika banjir informasi mengalir. Tanpa bisa melihat perioritas informasi yang menjadi kebutuhan, maka akan tenggelam dan tergelincir dala...</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/journal/item/63/Pola_Pikir</guid>
<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 07:25:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>New Music 9</title>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/music/item/34/New_Music_9</guid>
<pubDate>Sat, 31 May 2008 18:08:48 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tayangan Aceh di TV Aljazera</title>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/video/item/11/Tayangan_Aceh_di_TV_Aljazera</guid>
<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 16:19:34 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Aceh dalam Tayangan TV Aljazeera</title>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/video/item/10/Aceh_dalam_Tayangan_TV_Aljazeera</guid>
<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 16:10:51 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Situs Berita Paling Profesional di Aceh. www.theglobejournal.com</title>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/links/item/13/Situs_Berita_Paling_Profesional_di_Aceh._www.theglobejournal.com</guid>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 15:55:15 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Taufik Al Mubarak</title>
<description>Teman seperjuangan. Ia masih punya prinsip dan pemikiran kritis. Hingga terus mengunyah ideologi kebebasan. Yang hidup pasti mati Kawan, tapi tidak semua yang bernyawa benar-benar hidup.</description>
<guid isPermaLink="true">http://andifirdaus.multiply.com/links/item/12/Taufik_Al_Mubarak</guid>
<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 20:34:00 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>